Liburan di “Math Master”

Oleh : Anisa Dilla Puspitasari (03)

Sinar mentari telah cukup tinggi untuk dapat mengintip menembus jendela kamarku. Aku terbangun dari tidur dan bergegas bangkit dari ranjang. Raut muka bahagia terpancar menyapa liburan semester kali ini. Impianku selama ini untuk memperdalam matematika akhirnya terwujud. Hari ini, tepatnya hari minggu, Aku akan menjejakkan kakiku di Kampung Inggris bersama temanku, Alvina, selama dua minggu kedepan khususnya di Math Master yang letaknya di Jl Yos Sudarso, Pare.

Akan tetapi Aku belum mempersiapkan secuil barang pun untuk dibawa kesana. Aku masih sibuk membantu dan mengerjakan berbagai pekerjaan rumah yang telah menunggu untuk kukerjakan. Aku berencana berangkat siang hari nanti. Namun, itu tertunda hingga sore hari baru bisa berangkat.

Setelah semua pekerjaan rumah selesai, barulah Aku mulai menata semua barang yang harus kubawa untuk beberapa hari kedepan di sana. Aku menyiapkan semua pakaian dan Ibuku menyiapkan berbagai macam makanan. Bahkan, ternyata tak kusangka Ibuku menggorengkan camilan kesukaanku “usus crispy”.

Sore pun tiba. Kami berempat, yaitu Aku, Adik, Ayah, dan Ibu, bersiap-siap mengantarkanku ke Pare. Sesampainya di sana kami langsung menuju ke kost yang tak seberapa jauh dari LBB. Setelah berbincang-bincang dengan pemilik kost, Ayah dan Ibu berpamitan pulang.

Keesokan harinya. Hari yang menjadi hari pertamaku belajar di Kampung Inggris. Kebahagiaan yang tak dapat dipungkiri dalam hati. Jadwal les dimulai pukul 10.00 WIB. Untuk mengawali pagiku, tentunya sholat dan mandi dilanjutkan mencuci baju.

Hari pertama rasanya ingin mencicipi hidangan yang ada di Kampung Inggris ini. Aku mencari hidangan pagi dengan Alvina dan kita terhenti di sebuah kios. Setelah Aku lunasi pembayaran, diperjalanan Aku terheran-heran dengan harga makanannya yang dua kali lipat dari harga di desaku. Di desaku nasi pecel Rp4.000,00 dan di sini Rp8.000,00. Aku merasa harus sedikit makan saja untuk berhemat.

Jam 09.00 WIB tiba. Aku dan Alvina mulai bersiap-siap. Mandi, sholat dhuha, berdandan, menyiapkan buku. Setelah semua siap, kami bergegas berangkat les dengan naik sepeda, berboncengan berdua.

Kelas pertama adalah kelas trigonometri dimulai dari pukul 10.00 – 11.00 WIB. Cukup singkat hanya 1 jam. Guru yang mengajar kami bernama Ibu Tia. Aku mengenal teman baru bernama Zahra. Ternyata kelas trigonometri hanya ada 3 siswi, yaitu Aku, Alvina, dan Zahra.

Kelas pertama selesai, Aku pun pulang dan kelas selanjutnya pukul 13.00 WIB. Aku beristirahat, sholat, dan membaca pelajaran tadi. Pukul 12.30 kami berangkat untuk kelas kedua, yaitu kelas SBMPTN yang dimulai pukul 13.00-14.00 WIB. Aku pun mendapat teman baru lagi. Akan tetapi, Aku tidak tau nama mereka karena Aku tidak berani bertanya nama mereka.

Selesai kelas kedua langsung dilanjut kelas ketiga, yaitu kelas limit. Dan teman-temanku pun masih sama seperti kelas kedua hanya satu anak yang berkurang. Awalnya 7 anak menjadi 6 anak.

Malam hari sebelum belajar Aku ingin membuka ponsel dan melihat akun media sosialku. Oh tidak, tidak ada jaringan sama sekali di sini. Aku bingung dan akhirnya Aku memutuskan belajar saja dan internetan di tempat les saja.

Hari kedua pun dimulai. Masih sama keseharian kami. Akan tetapi, untuk pagi hari ini Aku memutuskan tidak membeli sarapan karena melihat harga – harga makanan kemarin.  Hari kedua di kelas SBMPTN, Aku mendapat teman baru bernama Kak Zahwa. Ia bahkan sekarang menjadi teman dekatku.

Hari ketiga pun dimulai. Aku bangun tidur sudah lapar karena seharian sebelumnya Aku tidak makan nasi sama sekali. Setelah selesai menyelesaikan pekerjaan rumah, Aku pamit pada Vina untuk membeli makanan. Aku pun harus berjalan jauh untuk bisa mendapatkan penjual nasi, itung-itung sekalian olahraga.

Hari keempat, hari terakhir diminggu ini. Pembelajaran di Math Masterhanya hari Senin – Kamis. Temanku selama satu minggu ini yang Aku tahu namanya hanya empat, Kak Zahwa, Kak July, Zahra, dan Novi.

Selama 4 hari belajar di Math Master, Aku mendapat banyak pelajaran dan ilmu-ilmu baru. Pembelajarannya pun nyaman dan menyenangkan meskipun kesan pertamaku pada pengajar kelas limit agak tidak nyaman. Tapi seiring berjalannya waktu Aku mulai nyaman dan senang belajar di sana. 

Teman sekamarku meninggalkanku hari Kamis itu juga. Alhasil, Aku pun semalaman sendirian di kamar. Untung kakak se-kostku ramah dan mengajakku istighosah di masjid LBB EECC.

Keesokannya Aku pun pulang menjenguk rumah di Kediri. Dari kost menuju halte Aku harus jalan kaki yang jaraknya lumayan bikin kaki nangis. Mau naik ojek tapi takut mahal. Setelah itu, melanjutkan perjalanan naik elf. Sesampainya dirumah, Aku istirahat dan mengerjakan kegiatan sehari-hariku seperti biasa. Aku berada dirumah selama 3 hari. Setelah itu, Aku kembali ke Pare untuk melanjutkan belajar di minggu kedua.

Karena aku mengambil program dua minggu, aku melanjutkan les lagi di minggu kedua liburan. Semua pelajaran minggu lalu telah usai dari trigonometri dasar hingga tingkat tinggi, begitu juga limit. Untuk kelas SBMPTN ditempuh selama dua minggu, jadi materinya belum habis.  

Minggu kedua ini, temanku, Shinta, ikut bergabung di Math Master. Aku mengambil kelas SBMPT pukul 13.00 WIB dan kelas Integral Differensial pukul 10.00 WIB. Berbeda dengan minggu pertama karena minggu kedua ini Aku pulang les lebih awal, yaitu pukul 14.00 WIB. Akan tetapi, Aku harus melangkahkan kaki yang hanya beralaskan sandal ini di bawah terik mentari yang menyengat ubun-ubun.

            Di hari ketiga, Bapak kost melihatku pulang berjalan kaki. Beliau tidak tega dan menyuruhku memakai sepedanya untuk les. Sore hari, Aku dan Alvina mengunjungi kuliner di Pare yaitu “Ketan Susu”. Setelah itu kami berkunjung ke bazar buku. MasyaAllah, bukunya bagus, murah, dan inspiratif. Aku membeli sebuah buku berjudul “Ibadah-Ibadah Harian Bernilai Surga” seharga Rp20.000,00. Setelah itu, kami bergegas pulang karena sudah maghrib.

            Hari ini adalah hari terakhir di Pare. Aku sudah mengemasi barang-barangku sejak pagi. Kucuci semua pakaian kotorku. Aku berangkat dan pulang les menggunakan sepeda Bapak. Meskipun sepedanya terlihat tidak bergengsi, aku tetap percaya diri dan menghargai simpati beliau.

            Aku mulai kelas pertama yaitu intergral yang dilanjutkan dengan SBMPTN. Materi untuk SBMPTN sudah selesai dalam kurun waktu dua minggu ini. Namun, materi integral dan differensial belum selesai. Dikarenakan waktunya hanya seminggu, maka harus tetap dihentikan.

            Aku tak kecewa karena minggu ini jauh lebih baik dari sebelumnya. Aku lebih banyak mendapat ilmu baru. Aku yang awalnya sangat bingung tentang materi logika matematika akhirnya jadi suka dan itu jadi materi kesukaanku. Dua minggu yang luar biasa di Math Master. Banyak pula pelajaran hidup yang aku dapat dari minggu ini khususnya, yaitu tidak perlu malu terhadap apa yang kita lakukan atau kita pakai selagi itu benar menurut agama Tuhan.

            Hari Kamis sore, Ayah menjemputku dan Aku pun berpamitan dengan temanku dan pemilik kost. Aku sangat berterimakasih kepada mereka karena telah berbaik hati padaku.

            Sisa 4 hari liburan, aku di rumah bersama keluarga besarku. Aku disibukkan dengan membantu orangtuaku yang sedang me-recollor rumah. Liburan kali ini benar-benar ladang pahala bagiku karena memberi kesempatan untuk beribadah tholabul ‘ilmi sepuasnya serta beribadah dengan meningkatkan rasa bakti kepada orangtua.

-TAMAT-

Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar.

(Khalifah Umar)

At Ta’aruf ^_^

Assalamu’alaikum sahabat Humairah yang ada dimana saja dan insyaAllah selalu dalam lindungan Allah swt.

Nah sebelumnya perkenalkan dulu nama aku Anisa Dilla Puspitasari. Teman temanku sering manggil aku Dilla tapi kalau dikeluarga panggilannya Nisa. Jadi, terserah sahabat Humairah deh nyamannya manggil yang mana hehe.. Oh iya selanjutnya perkenalan nama blog ini yuk… Sahabat Humairah tau nggak siapa nama panggilan Aisyah RA. istri Rasulullah ? Iya benar, Humairah, karena Aisyah memiliki rona pipi yang merona dan kemerah-merahan. Beliau sangat cerdas dan berwawasan luas. Nah itulah kenapa aku memilih nama Humairah untuk blog aku dengan harapan agar postingan-postingan di blog ini bisa berkembang dan menjadikan akhlak para Sahabat Humairah menjadi lebih baik dan juga memberikan wawasan luas untuk para sahabat Humairah seperti Aisyah RA.

Mungkin sampai ini dulu Ta’aruf kita yaa.. Semoga sahabat Humairah bisa mengambil hikmah disetiap postingan admin Humairah :))