Koleksi Kaligrafiku :)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu..

Apa kabar Sahabat Humaira ? Di musim yang seperti ini, banyak sekali dan sangat rawan terkena sakit demam ataupun flu. Semoga Sahabat Humaira dimana saja diberi ketahanan fisik, kekuatan lahir batin dan selalu diberi kesehatan oleh Tuhan aamiin.

Kaligrafi adalah tulisan bahasa arab yang ditulis indah. Alhamdulillah baru-baru ini admin menemukan apa sebenarnya hobi dan bakat admin, yakni membuat kaligrafi. Walaupun baru pemula dan masih membuat dengan cara manual dan terkadang juga hasilnya tidak sesuai ekspektasi admin hehe..

Admin masih menggunakan sketsa dulu untuk membuat. Jadi, pertama admin buat sketsa dengan pensil baru kemudian diwarnai menggunakan drawing pen atau juga dengan cat air. Lalu, jadi deh kaligrafi sederhana nya.

Semua ini bermula dari seorang teman admin. Dia yang selalu memotivasi dan selalu mendukung dalam setiap hal. Awalnya hanya iseng-iseng membuat nama dia, eh dia memuji dan mendukung untuk aku membuat kaligrafi lebih lanjut, akhirnya aku coba dan alhamdulillah aku pun juga suka melihat hasilnya. Dari situlah aku terus berlatih menulis kaligrafi hingga saat ini. Namun, masih bisa sekadar menggambar belum bisa mewarnai dengan bagus. Do’akan saja ya semoga bisa meningkatkan ke level lebih tinggi lagi dan bisa mengombinasikan menggambar dan melukis dengan baik dan bagus. aamiin.

semoga koleksi kaligrafi ini bisa menjadi inspirasi buat Sahabat Humaira ku :

ini tulisan yang pertama aku buat dan menjadi awal mula aku memutuskan membuat kaligrafi selanjutnya
ini kaligrafi pertama yang aku buat. -ar Rahman- Satu kata yang penuh makna dan kenangan 🙂

“Kullu Ma’rufin Shadaqah”
Al’ilmu bilaa ‘amalin Ka Syajarin”

Perbandingan Zaman Jahiliyah dan Zaman Addinul Islam

Zaman Jahiliyah Zaman Islam
Kepercayaan / Agama : Majoriti masyarakat Arab Jahiliah menganut agama menyembah berhala dengan menganggap berhala sebagai perantaraan antara manusia dengan Tuhan. Kepercayaan / Agama : Masyarakat Islam pada zaman ini mempunyai keimanan yang kukuh.
Hubungan Masyarakat / Sosial : Masyarakat Jahiliah hidup terpisah dalam kabilah dan bani masing-masing. Sehingga menimbulkan masalah permusuhan antara kabilah berleluasa. Hubungan Masyarakat / Sosial : Masyarakat Islam Madinah berjaya membentuk sebuah masyarakat ummah Islamiyah tanpa mengira kaum dan suku. Kesetiaan kepada kaum tidak lagi wujud dan digantikan dengan ikatan persaudaraan Islam.
Peperangan : Permusuhan antara suku atau kabilah telah membawa peperangan di kalangan masyarakat Arab Jahiliah Peperangan : Persaudaraan Islam telah berjaya menamatkan permusuhan di kalangan golongan Ansar iaitu suku Aus dan Khazraj. Peperangan yang wujud di zaman Islam merupakan satu langkah mempertahankan agama, masyarakat dan negara Islam daripada ancaman musuh terutama serangan orang Quraisy Mekah dan pengkhianatan orang Yahudi  
Kelas Masyarakat : Masyarakat Jahiliah mementingkan kelas dalam masyarakat. Golongan bangsawan merupakan golongan tertinggi dan dipandang mulia. Kelas Masyarakat : Dalam masyarakat Islam menitik beratkan konsep persamaan taraf.Semua manusia dianggap sama taraf di sisi Allah. Kemuliaan manusia berdasarkan kepada ketakwaannya kepada Allah. Manusia tidak dibezakan mengikut kekayaan atau
pangkat mereka.
Kedudukan Wanita : Masyarakat Arab Jahiliah memandang rendah kepada golongan wanita. Fungsi mereka hanyalah sebagai alat kepada kaum lelaki. Kedudukan Wanita : Nabi mengajar masyarakat Islam di Madinah memandang mulia golongan wanita. Mereka perlu dipelihara maruah dan kebajikan mereka. Kaum wanita memainkan peranan yang sama pentingnya dengan goIongan lelaki.
Akhlak : Masyarakat Arab Jahiliah mengamalkan nilai akhlak yang buruk seperti berzina, melacur, membunuh, minum arak dan berjudi. Nilai ini telah sebati dengan kehidupan merek. Akhlak : Islam menekankan akhlak yang mulia.Bermula dengan perjanjian Al-Aqabah I, masyarakat Madinah berjanji tidak akan menipu, berzina, dan membunuh. Nabi berjaya mengikis segala amalan akhlak yang buruk di kalangan orang Islam di Madinah.
Politik : Sistem politik dan pentadbiran adalah tidak seragam. Kerajaan yang wujud lebih bersifat monarki dan terletak di bawah kuasa asing seperti Parsi dan Rom. Masyarakat golongan Badwi mengamaIkan sistem politik kabilah masing-masing. Sementara itu masyarakat kota Mekah menjalankan sistem politik kabilah. Politik : Kerajaan Islam Madinah wujud berasakan perlembagaan Madinah. Undangundang utama yang digunakan ialah Al- Quran.
Nilai-nilai Positif : Dalam masyarakat jahiliah terdapat nilai-nilai positif seperti menghormati tetamu, berpegang teguh kepada janji, memberi perlindungan kepada Nabi Muhammad s.a.w. seperti yang dilakukan oleh Bani Hashim. Nilai-nilai Positif : Dalam masyarakat Islam nilai-nilai ini diperkukuhkan selaras dengan nilai-nilai Islam.  
Amalan Ekonomi : Jahiliyah amalkan riba, pencurian dan penipuan. Jua beli berhala adalah ekonomi yang penting dan menguntungkan. Amalan Ekonomi : Islam mengharamkan riba dan mewajibkan urusan jual beli. Ada akad dalam urusan jual beli. Barangan yang diharamkan tidak boleh dijual beli seperti arak,patung berhala, dll.

Dakwah Awal Rasulullah SAW.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu..

Selamat pagi Sahabat Humaira.. semoga di pagi hari ini Sahabat Humaira bisa memulai hari dengan semaaangaaat pagi…

Kali ini admin akan membahas tentang dakwah Rasulullah Saw. Tahukan Sahabat, kalau di awal awal Kenabian Rasulullah berdakwah dengan dua metode yakni sembunyi-sembunyi dan terang-terangan. Yuk kita simak penjelasannya..Sesuai dengan kondisi masyarakat Arab pada saat itu dan juga perintah dari Allah Swt., maka Nabi Muhammad Saw. dalam berdakwah menggunakan taktik dan strategi melalui tahapan sebagai berikut :

  1. Tahap Dakwah secara sembunyi-sembunyi
  • Pada permulaan dakwahnya Rasulullah Saw. mempergunakan sistem
    sembunyi-sembunyi, sebab ketika itu pengikutnya baru beberapa orang, sedang keimanan dan keislaman mereka baru dalam tahap permulaan atau tahap dasar.
  • Materi dakwah baru dalam tahap dasar pula dalam bidang akidah dan akhlaq meliputi : Mengesakan Allah, mensucikan dan membersihkan jiwa dan hati, menguatkan persatuan dan meleburkan kepentingan jamaah. Kepada musuh-musuh Islam Rasulullah menghindari dari permusuhan dan pertentangan fisik.
  • Tahap sembunyi-sembunyi ini berlangsung selama tiga tahun semenjak kerasulan Muhammad Saw. Pengikutnya baru beberapa kaum kerabat Rasulullah, pemuka-pemuka Quraisy, dan beberapa orang bekas hamba sahaya yang dimerdekakan. Semuanya berjumlah 40 orang laki-laki dan wanita.
  • Merekalah yang menjadi tulang punggung penegak Islam, sebagai pelopor dan penganjur Islam yang disebut ”As Sabiqunal Awwalun.”
  1. Tahap Dakwah secara terang-terangan
    Pada tahun ke-4 setelah turun wahyu pertama Rasulullah mulai menyampaikan dakwahnya secara terang-terangan. Tahap ini dimulai setelah turun wahyu yang memerintahkan untuk berdakwah secara terang-terangan dan menyatakankebenaran ajaran Islam, serta meninggalkan kemusyrikan, yaitu penyembahan berhala.

فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ

Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik. (QS. Al. Hijr: 94)

Referensi: https://tafsirweb.com/4244-surat-al-hijr-ayat-94.html

Setelah wahyu itu turun Rasulullah Saw. mengundang semua golongan kaum Quraisy untuk mendengarkan dakwahnya di tengah padang di kaki bukit Safa.

Tiap kaum dari suku Quraisy hadir beserta tokoh-tokohnya termasuk Abu Lahab paman Rasulullah Saw.. Kemudian Rasulullah Saw. mengajak memasuki agama Allah dan meninggalkan agama berhala. Mendengar ajakan ini maka kaum Quraisy bersikap sinis dan bahkan mencemoohkan Rasulullah saw. dengan ucapanucapan keji. Pada saat lain di suatu pertemuan keluarga Bani Hasyim Rasulullah Saw. menunjukkan tentang kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Rasulullah saw. kembali dicemooh oleh Abu Lahab, dan hanya Ali bin Abi Thalib yang bersedia menolong Rasulullah Saw.

Sejak saat itulah timbul rasa kurang senang dan benci dalam hati kaum Quraisy kepada Rasulullah Saw. dan mulailah mereka berusaha untuk menghalangi dan merintangi dakwah Rasulullah Saw.. Tahap berdakwah secara terang-terangan ini berlangsung terus selama kerasulan Muhammad sampai wafatnya, sehingga Islam berkembang luas di seluruh Jazirah Arab dan negeri-negeri sekitarnya.

Sahabat Humaira bisa loh nonton dan download video melalui IDM perjalanan dakwah Rasulullah saw. dan juga perjalanan khulafaur rasyidin.

Video Dakwah Nabi Muhammad periode Madinah